Showing posts with label Neurologi. Show all posts
Showing posts with label Neurologi. Show all posts

Thursday, April 1, 2010

NERVUS CRANIAL



I Olfactorius
Komponen: sensorik (SVA)
Fungsi: penghidu
Tempat keluar di tengkorak: celah-celah di lamina cribrosa ossis ethmoidalis

II Opticus
Komponen: sensorik (SSA)
Fungsi: pengelihatan
Tempat keluar di tengkorak: canalis opticus

III Oculomotorius
Komponen: motorik (GSE, GVE)
Fungsi: mengangkat kelopak mata atas, menggerakkan bola mata ke atas, bawah, dan medial; kontraksi pupil; akomodasi mata
Tempat keluar di tengkorak: fissura orbitalis superior

IV Trochlearis
Komponen: motorik (GSE)
Fungsi: membantu menggerakkan bola mata ke bawah dan lateral
Tempat keluar di tengkorak: fissura orbitalis superior


V Trigeminus
Divisi ophtalmicus
Komponen: sensorik (GSA)
Fungsi: kornea, kulit dahi, kulit kepala, kelopak mata, dan hidung; juga membran mukosa sinus paranasal dan rongga hidung
Tempat keluar di tengkorak: fissura orbitalis superior
Divisi maxillaris
Komponen: sensorik (GSA)
Fungsi: kulit wajah di atas maksila; gigi-geligi rahang atas; membran mukosa hidung, sinus dan lempeng maksila
Tempat keluar di tengkorang: foramen rotundum
Divisi mandibullaris
Komponen: motorik (SVE) dan sensorik (GSA)
Fungsi: motorik (otot-otot pengunyah, M. mylohyoideus, M. digastricus venter anterior, M. tensor veli palatini, dan M. tensor tympanicum), sensorik (kulit pipi; kulit di atas mandibula dan sisi kepala, gigi-geligi rahang bawah dan articulatio temporo-mandibularis; membran mukosa mulut dan bagian anterior lidah
Tempat keluar di tengkorak: foramen ovale

VI abducens
Komponen: motorik (GSE)
Fungsi: M. rectus lateralis menggerakkan mata ke lateral
Tempat keluar di tengkorak: fissura orbitalis superior

VII facialis
Komponen: motorik (SVE), sensorik (SVA), dan sekretomotorik parasimpatis (GVE)
Fungsi: motorik (otot-otot wajah dan kulit kepala, M. stapedius, M. digasticus venter posterior, dan M stylohyodeus), sensorik (pengecapan dari dua pertiga bagian anterior lidah, dari dasar mulut dan palatum), sekretomotorik parasimpatis (kelenjar ludah submandibula dan sublingual, kelenjar lakrimalis, dan kelenjar hidung dan palatum)
Tempat keluar di tengkorak: meatus acusticus internus, canalis fasialis, foramen sylomastoideus

VIII vestibulocochlear
Vestibular
Komponen: sensorik (SSA)
Fungsi: dari utriculus, sacculus, dan canalis semicircularis-posisi dan gerak kepala
Cochlear
Komponen: sensorik (SSA)
Fungsi: organ corti-pendengaran
Tempat keluar di tengkorak: meatus acusticus internus

IX glosopaharyngeus
Komponen: motorik (SVE), sekretomotorik parasimpatis (GVE), dan sensorik (GVA, SVA, GSA)
Fungsi: motorik (M. stylopharingeus-membantu menelan), sekretomotorik (kelenjar parotis), sensorik (sensasi umum dan pengecap dari dua pertiga bagian posterior lidah dan faring; sinus carotis (baroreseptor); corpus carotis (kemoreseptor)
Tempat keluar di tengkorak: foramen jugulare

X vagus
Komponen: motorik (GVE, SVE), sensorik (GVA, SVA, GSA)
Fungsi: jantung dan pembuluh darah besar di toraks; laring, trakea, bronkus, dan paru; traktus alimentari dari faring ke fleksura splenicus kolon; hepar, ginjal, dan pankreas
Tempat keluar di tengkorak: foramen jugulare

XI accessorius
Radix cranialis
Komponen: motorik (SVE)
Fungsi: otot-otot palatum molle (kecuali M. tensor veli palatini), faring (kecuali M. stylopharingeus), dan laring (kecuali M. cricothyroid) di cabang-cabang n. vagus
Radix spinalis
Komponen: motorik (SVE)
Fungsi: M. sternocleidomastoideus dan M. trapezius
Tempat keluar di tengkorak: foramen jugulare

XII hypoglossus
Komponen: motorik (GSE)
Fungsi: otot-oto lidah (kecuali M. palatoglossus) mengatur bentuk dan pergerakan lidah
Tempat keluar di tengkorak: canalis hypoglossus

Referensi
Snell Richard S. 2007. Neuroanatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Edisi 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Monday, March 15, 2010

Meningitis



Definisi
Peradangan meningen biasanya oleh bakteri atau virus.

Epidemiologi


Etiologi
Bakteri, Eschericia coli dan streptococcus grup B (neonatus); Haemophilus influenzae (bayi dan anak-anak); Neisseria meningitidis (remaja dan dewasa muda); Streptococcus pneumoniae dan Listeria monocytogenes (lansia).
Virus, Enterovirus (echovirus, coxsackie, dan poliovirus)

Patofisiologi
Virus mulanya menggandakan diri pada bagian infeksi awal (misal, nasofaringeal atau gastro intestinal) dan kemudian menyebar ke SSP melalui sistem vaskular.

Faktor Resiko


Gejala Klinis
kaku kuduk
sakit kepala
demam
malase
nyeri tenggorok
mual
muntah
nyeri abdominal
infeksi virus dapat disertai ruam (enterovirus), erupsi lesi herpes genital (herpes simpleks tipe 2)

Manifestasi Klinis


Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Penunjang


Penegakan Diagnosis


Terapi


Komplikasi


Prognosis


Glosarium
Meningen: Membran yang membungkus otak dan medula spinalis

Referensi

  1. Kamus Kedokteran Dorland
  2. Prince Sylvia A. dan Wilson Lorraine. 2006.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta: EGC.